Bergerak dengan Potensi Maksimal Matius 25:14

“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka”

Firman Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan mempercayakan kita masing-masing sebuah modal yang diberikan menurut kesanggupan kita. Ada yang diberikan lima, dua dan satu talenta. Menurut kesanggupan kita. Kelihatannya Tuhan kok tidak adil. Namun, Tuhan memberi menurut hikmatnya yang sempurna. Dengan satu tujuan, pelipatgandaan. Modal diberikan untuk dikembangkan.

jadi pada dasarnya 1, 2 dan 5 talenta adalah sama, yang menjadi pertanyaannya bagaimana memaksimalkan apa yang Tuhan percayakan tersebut dalam pelayanan, pekerjaan dan studi kita.

Adalah penting bagi kita untuk menemukan dan menyadari potensi yang Tuhan berikan bagi kita. Tidak membandingkan dengan apa yang orang lain miliki. Inilah yang membuat penerima satu talenta jatuh dan hancur. Ia kehilangan semua berkat yang Tuhan telah siapkan.

Mengapa kita tidak atau susah untuk maju?

  • Karena kita tidak menyadari apa yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita
  • Karena kita membandingkan diri kita dengan orang lain
  • Karena kita tidak mampu mengucap syukur.

Sebenarnya rancangan Allah sempurna untuk kita, Yeremia 29:11 berkata,” Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan  yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Ayat ini menjadi jaminan kepada kita bahwa setiap orang mampu melakukan lebih dari apa yang dia pikirkan. Apa yang harus kita lakukan supaya kita di mampukan Tuhan untuk bergerak dengan maksimal dalam kehidupan kita?

  1. Jangan Takut.

Yesaya 40: 10 “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong  engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. “

Bukan masalah yang membuat kita takut, namun ketakutan kita yang akan membuat kta bermasalah. Oleh sebab itu jangan lah kita takut, sebab Ayat firman Tuhan menjadi jaminan bagi kita. Banyak anak-anak muda takut untuk melangkah sebab kuatir akan resiko yang dihadapi. Selama tujuan kita benar dan untuk memuliakan Tuhan jangan takut mengembangkan potensi diri dan mencoba hal-hal yang baru. Sebab Tuhan akan menyertai kita.

  • Kembangkan Benih yang Tuhan taruh dalam diri

Yohanes 15:16

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu”

Tuhan memilih kita dan menetapkan kita untuk menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap, bagaimana supaya kita menghasilkan buah? Potensi itulah yang akan menghasilkan buah. Apa itu potensi? Potensi adalah semua yang ada di dalam manusia yang belum diaktualisasikan secara maksimal, meliputi: kemampuan yang belum terwujud, kekuatan yang masih terpendam, kapasitas yang belum terpakai dan sumber daya yang belum digunakan. Setiap manusia yang dilahirkan dalam dunia pasti mempunyai potensi, karena setiap potensi yang diberikan Tuhan mempunyai tujuan untuk memuliakan nama Tuhan. Keinginan Tuhan bagi kita adalah untuk memultiplikasikan potensi.

Contoh: Sebuah potensi seperti buah mangga: bahwa di dalam buah mangga ada biji mangga, dan didalam biji mangga ada potensi pohon mangga, di dalam pohon mangga ada buah-buah mangga. Demikian juga dalam kehidupan kita ada benih Ilahi yang Tuhan taruh dalam hidup kita, karena itu multiplikasikan telenta yang Tuhan berikan supaya maksimal dan untuk kemuliaan Tuhan. Masa depan benih ada di dalam benih itu sendiri, artinya masa depan kita bukan ada di depan kita, tetapi masa depan kita terjebak di dalam diri kita, kerinduan Tuhan mau selagi masih hidup kita mengeluarkan semua potensi yang ada dalam diri kita.

  • Fokus Kedepan

Filipi 3:13 “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan  aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,”

Terkadang masalalu kita mengintimidasi kita dan itu yang menyebabkan kita tidak bisa maju dan berkembang. Paulus mengingatkan kita bahwa semua orang mempunya masalalu yang bermasalah, namun itu tidak terlalu penting, yang terpenting bagaimana kita memandang focus dengan apa yang sudah Tuhan percayakan kepada kita sekarang. Masalalu hanya lah sebuah pengalaman yang memang tidak bisa hilang dari ingatan kita, namun jadikan itu sebagai pelajaran dalam hidup kita.