Dimensi Pujian dan Penyembahan

Musik merupakan unsur penting dalam kehidupan, dan musik juga merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Sebab dimanapun dan kapan pun pasti bertemu atau mendengar musik. Dirumah, disekolah, dikampus,ditempat pekerjaan, di Mall. Musik memegang peranan penting dalam setiap aktivitas manusia. Bahkan musik juga bisa merupakan media untuk menarik perhatian semua orang untuk ikut terlibat dalam berbagai acara. Sejarah mencatat bahwa musik memiliki peran dan fungsi penting dalam kehidupan.Kehidupan masyarakat dengan nilai dan makna masing-masing menyebabkan berbagai maksud dan kebutuhan musikal. Bahkan musik juga menyentuh sampai pada etika,sosial, politik dan pendidikan. Bethoven pernah berkata musik adalah sesuatu perwujudan yang lebih tinggi dari pada ilmu pengetahuan dan filsafat.

Khususnya di dalam gereja musik merupakan hal yang sangat penting, sebab musik merupakan salah satu unsur dari ritual pujian penyembahan yang dilakukan dari zaman dahulu sampai saat ini. Bahkan saat ini musik merupakan media yang paling ampuh untuk menarik banyak jemaat untuk datang ke gereja.

            Dalam bahasa gereja, musik sering disebut sebagai Pujian dan penyembahan atau bisa disingkat PPW khususnya dikalangan Kharismatik dan bahkan ungkapan ini mulai dipakai gereja-gereja yang diluar Kharismatik. Pujian dan Penyembahan merupakan suatu ekspresi kekaguman kepada Allah, bahkan itu adalah perintah Allah. Sehingga pujian dan penyembahan harus dilakukan dengan cara yang berkenan kepada Allah.

Pujian Kepada Tuhan yaitu ekspresi terima kasih dan ucapan syukur dengan sepenuh hati kepada Tuhan atas apa yang telah Dia lakukan bagi kita. Ada ekspresi secara fisik dan vokal dari apresiasi ketulusan hati kita kepada Tuhan untuk berkat yang luar biasa yang telah Dia nyatakan.

Penyembahan Kepada Tuhan yaitu Adalah bentuk tertinggi dari pujian. suatu sikap merendahkan diri di hadapan Allah, sujud penuh hormat dan kagum akan segala kebesaran Tuhan. Teori yang salah tentang menyembah Allah akan menghasilkan ekspresi yang saalah dalam menyembah Allah. Yang saya maksudkan disini adalah tentang pola pikir atau idealisme dalam menyembah. Roma :12:2  “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”.

          Setiap hal yang dilakukan secara konsisten akan menunjukkan sebuah tanda kalau kita melakukan hal itu. Contohnya jika kita berolah raga angkat besi, dan latihan angkat besi terus konsisten kita lakukan, maka tandanya adalah kedua tangan kita pasti mempunyai “otot yang besar”. Maka kalau kita konsisten terus melakukan penyembahan kepada Tuhan maka aka nada tanda yang melekat dalam diri kita yaitu kita menjadi penyembah yang hidup benar ( Yohanes 4:23). Penyembahan bukan berbicara tentang lagu lambat atau lagu worship. Melainkan Penyembahan berbicara tentang sikap hati dan Perbuatan yang keluar dari hati, karena Mencintai dan menghormati Tuhan

Ada 3 dimensi dalam Penyembahan :

  1. Dimensi Luar

Dimensi luar maksudnya adalah penyembahan merupakan sikap kita yang baik dan benar terhadap orang lain. Roma 14:18 berkata “Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.” Salah satu korban yang dapat kita berikan kepada Allah sebagai penyembahan adalah kepekaan kita terhadap saudara yang lemah. Tindakan ini merupakan tindakan yang menghormati Allah yang menciptakan dan mengasihi orang itu, dan juga mencerminkan belas kasihan dan perhatian Allah.

  • Dimensi Dalam

Dimensi dalam maksudnya adalah kita harus memiliki perilaku hidup, sifat dan karakter yang baik. Efesus 5:8-10 berkata “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.” Kata “berkenan” (Yunani) berarti “dapat diterima”. Berkenan/ dapat diterima maksudnya berbuat baik, adil, benar dan memiliki karakter Kristus adalah tindakan yang dapat diterima sebagai penyembahan kepada Allah.

  • Dimensi Atas

yaitu Yaitu ekspresi secara langsung dari keintiman dengan Allah. Dilakukan dengan Doa pujian dan penyembahan.

Seorang penyembah dan pemuji harus mempunyai dasar “penyerahan diri “ kepada Tuhan. Roma 12:1 “ Persembahkanlah Tubuhmu sebagai persembahan yang hidup,kudus dan yang berkenan kepada Allah , itulah ibadahmu yang sejati. Hal yang paling esensi dari seorang penyembah adalah bahwa penyembah itu harus terlebih dahulu menyerahkan kehidupannya seluruhnya kepada Tuhan sebagai milik Tuhan. Dan tidak menganggap lagi hidupnya milik sendiri namun milik Tuhan. Sebab kalau masih menganggap hidupnya masih milik sendiri, pertanyaannya “ Apa yang dipersembahkannya?” sebab yang Tuhan inginkan adalah mempersembahkan Tubuh yang tentunya adalah hidup seorang penyembah.

Penyembahan yang benar kepada Allah hanya berasal dari hati yang mengasihi Allah. Karena itu, penyembahan dilakukan ketika jemaat berkumpul, dan juga dilakukan setiap saat dalam kehidupan kita ketika kita menaati perintah-perintah Kristus. Perlu dipahami bahwa kehidupan seseorang akan identik dengan siapa yang dia sembah. Itulah sebabnya jika kita menyembah Tuhan Yesus Kristus, maka kehidupan kita akan sama seperti Yesus Kristus, dan Alkitab juga mencatat kita itu segambar dan serupa dengan Kristus sebab Kristuslah yang kita sembah.

Kita jangan tertipu sebab bisa saja seorang mempunyai status agama Kristen tetapi sesungguhnya kehidupannya bukan Kristen. Sebab Kristen bukan hanya berbicara mengenai agama saja, namun lebih condong kearah gaya hidup yang sama seperti Kristus. Itulah sebabnya jika kita menyembah Kristus harusnya hidup kita sama seperti Yesus telah hidup. 1 Yohanes 2:6 ” Barang siapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup”. Yang dimaksudkan ayat ini bukan ketika Yesus bangkit namun ketika Yesus ada di dunia dan bagaimana kehidupan-Nya didunia.

Jadi marilah kita bersama-sama menyadari betapa penting hubungan kita dengan Tuhan yang kita nyatakan dalam Pujian dan penyembahan kita kepada Tuhan.

Dikutip dari : Buku “ Flow Worshiper” by Yabes Marbun. Jakarta : BPK Gunung Mulia. 2015

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *